Kamis, 11 April 2013

RKS 2012




RENCANA KERJA SEKOLAH (RKS-SD)
TAHUN 2012 S/D 2016













SD NEGERI 1 RINGIN



UPT DINAS PENDIDIKAN KEC. PAMOTAN
KABUPATEN REMBANG



 
LEMBAR PENGESAHAN

RENCANA KERJA SEKOLAH
 ( RKS )
SEKOLAH DASAR NEGERI 1 RINGIN
UPT DINAS PENDIDIKAN KECAMATAN PAMOTAN

         Setelah memperhatikan pertimbangan dari Komite Sekolah, maka dengan ini Rencana Kerja Sekolah (RKS) Sekolah Dasar Negeri 1 Ringin Dinas Pendidikan Kecamatan Pamotan Kabupaten Rembang, disahkan untuk diberlakukan mulai tahun pelajaran 2012/2013 s/d 2015/2016.



Menyetujui
Ketua Komite Sekolah


MASKAT
                 Pamotan,1 Juli 2012
Mengesahkan
Kepala SD Negeri 1 Ringin


H.SUGIHAR WAHYUDI, S.Pd.
NIP 19600210 19791 1 003


Mengetahui
Kepala UPT Dinas Pendidikan
Kecamatan Pamotan

Drs. H. S U H A R N O

NIP. 19580403 197911 1 005



KATA  PENGANTAR


Dalam rangka mempersiapkan peserta didik menghadapi era global dan berbagai kemungkinan perubahan yang akan terjadi pada abad 21, Sekolah dasar Negeri 1  Ringin  perlu menyusun Rencana Kerja Sekolah untuk kurun waktu 4 tahun (2012 – 2016). Rencana Kerja Sekolah ini diharapkan dapat menjadi pedoman dan tuntunan arah langkah bagi seluruh sumber daya manusia di Sekolah dasar Negeri 1  Ringin dalam mengembangkan berbagai kegiatan pembelajaran yang lebih operasional serta mampu mewujudkan keunggulan sekolah secara akademik maupun non akademik .
Sebagaimana diketahui bahwa tujuan SD Negeri 1 Ringin adalah menghasilkan lulusan yang beriman dan bertaqwa, berakhlaq mulia, mampu mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi anggota masyarakat yang bertanggung jawab dan demokratis, menguasai dasar-dasar ilmu pengetahuan dan teknologi yang mampu bersaing di era global, dan mampu mengikuti pendidikan di sekolah lanjutan.
Mengacu pada tujuan tersebut, SD Negeri 1 Ringin akan selalu berupaya meningkatkan kualitas pendidikan secara komprehensif, sehingga peserta didik mampu berkompetisi sampai tingkat nasional dan internasional.
Akhirnya kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam menyusun Rencana Kerja Sekolah ini, kami sampaikan penghargaan dan kami ucapkan terimakasih.


                                                                                               

     Rembang,,1 Juli 2012
                                                                                   Kepala Sekolah




                                                                        H.SUGIHAR WAHYUDI, S.Pd.
                                                                          NIP.  19600210 19791 1 003










DAFTAR ISI

           






Halaman

Halaman Judul

1

Lembar pengesahan

2

Kata Pengantar

3

Daftar Isi

4
BAB I
PENDAHULUAN



A
Latar Belakang

5

B
Landasan Hukum

9

C
Tujuan

9
BAB II
RENCANA KERJA SEKOLAH
 (RENCANA STRATEGIS)


A
Analisis Lingkungan Strategis

10

B
Analisis Pendidikan Saat Ini

11

C
Analisis Kondisi Pendidikan Masa Datang 



D
Identifikasi Tantangan Nyata



E
Visi Sekolah



F
Misi Sekolah



G
Tujuan Sekolah Dalam 4 Tahun



H
Program Strategi



I
Strategi Pelaksanaan/Pencapaian



K
Hasil Yang Diharapkan



L
Monitoring Dan Evaluasi


BAB III
PENUTUP







                                                                                               



BAB I
PENDAHULUAN

A.             Latar Belakang
          Visi reformasi pembangunan dan kehidupan nasional tertera dalam garis-garis besar haluan negara yakni terwujudnya masyarakat Indonesia yang damai, demokratis, berkeadilan, berdaya saing, maju dan sejahtera dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia  yang didukung oleh manusia Indonesia yang sehat, mandiri, beriman, bertaqwa, berakhlaq mulia, cinta tanah air, berkesadaran hukum dan lingkungan, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, memiliki etos kerja yang tinggi, serta berdisiplin. Perwujudan masyarakat berkualitas tersebut menjadi tanggungjawab pendidikan, terutama dalam mempersiapkan peserta didik menjadi subjek yang makin berperan menampilkan keunggulan dirinya yang tangguh, kreatif, mandiri dan profesional pada bidangnya masing-masing.
          Dalam kepentingan inilah pemerintah mengangkat gagasan perlu adanya kebijakan pendidikan yang berbasis pada masyarakat luas dengan orientasi kecakapan untuk hidup.  Pendidikan yang berorientasi pada kecakapan atau keterampilan hidup, memberikan kesempatan kepada setiap anak untuk meningkatkan potensinya dan bahkan memberikan peluang pada anak untuk memperoleh bekal keahlian/keterampilan yang dapat dijadikan sebagai sumber penghidupan. Untuk mencapai kondisi tersebut, sekolah dituntut untuk mampu memberikan pelayanan pembelajaran yang berkualitas kepada peserta didik dan mampu memberikan layanan yang memuaskan kepada guru, kepada sekolah, staf tata usaha, orang tua peserta didik dan komponen sekolah lainnya.
          Sekolah akan berfungsi dengan baik dan benar apabila setiap kegiatan direncanakan dengan matang, dilaksanakan dan dikelola dengan baik, serta selalu dikontrol dan dilakukan evaluasi dan supervisi yang berkesinambungan. Dengan demikian semua program dan rencana dapat dilaksanakan dan diukur sampai dimana keberhasilan atau kendala apa yang dihadapi dalam mencapai hasil yang diinginkan. Selain itu, fungsi sekolah sebagai unit pelayanan teknis harus dapat melakukan pelayanan prima terhadap peserta didik dan orang tua, serta masyarakat, melalui berbagai kegiatan sebagai proses pembelajaran. Proses pembelajaran yang baik memerlukan personel, sarana dan prasarana, pembiayaan, dan dukungan yang memadai, sehingga diharapkan dapat memberikan pelayanan sesuai dengan kebutuhan warga sekolah maupun masyarakat di luar sekolah yang dilayaninya guna menghadapi persaingan global dan tantangan pendidikan di masa depan.
           Personel sekolah sebagai pengelola pendidikan yang menekankan dan mengutamakan kemandirian dan kreativitas  peserta didik hingga dapat membangun dirinya menuju masa depan yang lebih baik, sebagaimana dituangkan dalam tujuan program pembangunan pendidikan dasar  yang dituangkan dalam rencana strategis pendidikan Kota Rembang  tahun 2011 s.d. 2014. sebagai berikut:
ü  Dapat mengamalkan ajaran agama hasil proses pembelajaran dan kegiatan pembiasaan.
ü  Meraih prestasi akademik maupun non akademik minimal tingkat kecamatan.
ü  Mengusai dasar-dasar ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai bekal untuk melanjutkan ke sekolah yang lebih tinggi.
ü  Menjadi sekolah pelopor dan penggerak di lingkungan masyarakat sekitar;
ü  Menjadi sekolah yang diminati masyarakat.
          Oleh karena itu, dalam hal ini SD Negeri 1 Ringin  dalam tahun pelajaran 2011/2014 mencoba mewujudkan idealisme tersebut sesuai dengan tantangan, peluang sekaligus potensi dasar yang dimiliki, baik bersumber dari kondisi lingkungan yang ada pada sekitar tempat tinggal peserta didik dan sekolah, maupun kondisi sumber daya pada SD Negeri 1 Ringin  itu sendiri. Perwujudan idealisme tersebut berupa peningkatan mutu pendidikan melalui berbagai program dan kegiatan serta pembiayaan yang dituangkan dalam Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM) maupun Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS).
         RKAS merupakan rencana dan kegiatan, serta pembiayaan yang merupakan hasil musyawarah dan disusun berdasarkan skala prioritas dari hasil analisis kesenjangan antara kondisi riil dan kondisi yang ingin dicapai sekolah dalam jangka waktu satu tahun. 
a.      Kesiswaan
  1. Belum ada upaya kepala sekolah untuk menampung AUS baik dari pihak sekolah maupun Dinas
  2. Bantuan kepada peserta didik kurang mampu secara ekonomi diwujudkan dalam bentuk pembebasan iuran sekolah, transportasi siswa miskin namun pemberian makan tambahan belum terwujud
  3. Perlakuan sekolah dalam menangani peserta didik putus sekolah belum ada namun mempertahankan peserta didik yang bersekolah
  4. Perlakuan sekolah dalam menangani peserta didik yang mengulang atau tinggal kelas adalah memeri tambahan jam belajar
  5. Perlakuan sekolah terhadap kecerdasan bakat dan minat peserta didik dilakukan melalui pembinaan dan bimbingan serta latihan secara khusus di bidang seni dan olah raga
  6. Manajemen peserta didik yang sudan dilakukan yaitu sistem penerimaan siswa baru, pengadministrasian, kesehatan, kenaikan kelas dan kelulusan. Namun sistem bimbingan konseling belum ada
  7. Perlakuan terhadap peserta didik yang lamban membaca adalah membimbing secara individu dan memberi tambahan belajar atau remedial
  8. Penuntasan tulis baca pada siswa kelas I
  9. Prestasi akademik
a.       Rata-rata nilai ujian sekolah naik  stabil
b.      Persentase kelulusan tiap tahun stabil 100 %
c.       Persentase siswa yang melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi setiap tahun stabill 90 %
b.      Kurikulum dan Kegiatan Pembelajaran
  1. Perencanaan pembelajaran
Pada umumnya dalam perencaan proses pembelajaran berjalan dengan baik ketersediaan silabus sudah ada untuk semua mata pelajaran dari kelas I s/d kelas VI, namun perlu penyempurnaan RPP 75 % dan perlu pembuatan lebih lanjut.
  1. Pelaksanaan pembelajaran
PBM 70 % sudah mengarah ke PAKEM dalam PBM penggunaan alat peraga masih kurang, dan kepedulian orang tua murid belum sepenuhnya mendukung proses belajar mengajar.
c.       Pendidik dan Tenaga Pendidik serta Pengembangannya
  1. Kepala sekolah membawa perubahan untuk memajukan MBS sesuai dengan visi dan misi namun belum sempurna dan perlu pelatihan serta bimbingan.
  2. 10 orang PNS, 7 orang berpendidikan S.1 (Guru), 2 orang berpendidikan D2 , 1 orang berpendidikan SLTA ( Penjaga Sekolah ), 2 orang tenaga honorer.
  3. Meningkatkan nilai mata pelajaran Bahasa Indonesia, IPA, IPS, PPKN, dan Matematika dari kelas I s/d VI.
d.      Sarana dan Prasarana
  1. Kondisi perabot sekolah sudah memadai namun 20 % rusak ringan perlu perbaikan.
  2. Pengadaan media pembelajaran untuk mata pelajaran Agama, IPS, PPKN.
  3. Jumlah buku dan sumber belajar setiap bidang studi belum lengkap dan kurang dari jumlah siswa terutama mata pelajaran PPKN, IPS, Penjaskes dan Muatan Lokal.
  4. Ruang kelas 5 unit dalam keadaan baik dan 1 unit dalam keadaan rusak berat, MCK dalam keadaan rusak ringan. Rumah dinas guru dalam keadaan rusak berat,perlu perbaikan dan pagar keliling sekolah belum selesai seluruhnya,  sedangkan ruang kantor perpustakaan dalam keadaan baik.
  5. Pengadaan peralatan media pembelajaran Televisi dan Ovehead.


e.       Keuangan dan Pembiayaan
  1. Penggunaan dana sesuai dengan RAPBS, trasnparan dan akuntabel namun perlu penyempurnaan dan belum pernah mendapat pelatihan khusus tentang manajemen keuangan.
  2. Masalah pendanaan cenderung naik terutama dari dana APBN dan APBD kemudian terutama BOS tetapi untuk memenuhi untuk memenuhi kebutuhan sekolah dirasakan masih kurang apalagi tidak adanya dari dana komite sekolah.
f.       Budaya Lingkungan Sekolah
  1. Pemeliharaan taman dan kebersihan lingkungan sekolah, keindahan, keamanan, dan ketertiban sudah dilaksanakan dengan baik. Namun dalam hal kerapian / penataan taman masih kurang disebabkan karena pagar sekolah masih darurat dan masih banyaknya hewan ternak milik masyarakat yang berkeliaran.
  2. Penerapan membaca ayat-ayat pendek, do’a shalat, Yassin, Asmaul Husna dilaksanakan pada setiap hari Jum’at sebelum masuk kelas.
  3. Membiasakan setelah senam pagi semua siswa dan guru dari kelas I s/d VI memungut kertas dan sampah yang berserakan di halaman dan lingkungan sekolah, dibuang pada tempat yang sudah tentukan.
  4. Membudayakan berpakaian seragam sekolah hari Senin dan Selasa pakain Merah-Putih, Rabu dan Kamis pakaian baju batik, selanjutnya Jum’at dan Sabtu yaitu seragam Pramuka. Namun belum semua siswa yang mempunyai pakaian seragam sekolah.
g.      Peran Serta Masyarakat dan Kemitraan
  1. Komite sekolah
a.      Pada dasarnya komite sekolah belum sepenuhnya bekerjasama dengan sekolah walaupun sudah memiliki struktur organisasi, dan sudah mengerti tujuan peran dan fungsinya sebagai komite namun belum memiliki AD / ART, dan program kerja yang sudah teragenda.
b.      Pertemuan anggota komite sudah terjadwal setahun minimal 3 kali.
c.      Peran dan fungsi komite sekolah yaitu sebagai pemberi pertimbangan, pendukung, pengontrol, dan penghubung antara sekolah dengan lembaga lain sudah ada namun belum maksimal
  1. Dukungan Masyarakat lain
Dukungan dari masyarakat lain baik dari alumni maupun masyarakat sekitar sudah pro aktif namun masih maksimal.
B.              Landasan Hukum
  Rencana Kerja Sekolah ini dilandasi oleh kebijakan-kebijakan yang dituangkan dalam peraturan perundang-undangan sebagai berikut:
1.        Undang-undang No. 20 tahun 2003; tentang Sistem Pendidikan Nasional;
2.        Undang-undang No. 25 tahun 2005 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional;
3.        Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
4.        Permendiknas No. 16 Tahun 2007 tentang Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru
5.        Permendiknas No. 13 Tahun 2007 tentang Kualifikasi Kepala Sekolah
6.        Permendiknas No. 22, 23, dan 24 Tahun 2006 tentang SI dan SKL
7.        Permendiknas No. 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses
8.        Permendiknas No. 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan
9.        Permeniknas nomor 28 tahun 2010 tentang Tugas Tambahan Guru sebagai Kepala Sekolah
10.    Permendiknas No. 20 Tahun 20007 tentang Standar Penilaian
11.    Permendiknas No. 24 Tahun 2007 tentang Standar Sarana dan Prasarana
12.    Permendiknas No. 69 Tahun 2009 tentang Standar Pembiayaan
13.    Kalender Pendidikan Tahun Pelajaran 2011 /2012
C.             Tujuan
            Rencana Kerja Sekolah ini disusun dengan tujuan sebagai berikut:
1.  Untuk memberikan gambaran keadaan sekolah secara menyeluruh di masa empat tahun yang akan datang.
2.  Sebagai pedoman dalam menemukan arah kebijakan sekolah dan landasan komitmen bersama seluruh komponen sekolah.
3.  Sebagai acuan dalam menentukan skala prioritas program sekolah.
4.  Untuk memacu peningkatan prestasi sekolah dalam bentuk pengembangan fisik maupun non fisik.
5.  Untuk membangkitkan partisipasi orang tua dan masyarakat dalam upaya berinteraksi secara aktif dalam pengembangan program sekolah.
6.  Untuk mendorong pemerintah dan instansi terkait lainnya agar memberikan pembinaan maupun kerjasamanya dalam program pengembangan sekolah

BAB II
RENCANA KERJA SEKOLAH
TAHUN PELAJARAN 2012/2013 S.D. TAHUN PELAJARAN 2015/2016

A.    Analisis Lingkungan Strategis

1.       Kondisi sosial
a.       Masyarakat desa Ringin Kecamatan Pamotan Kabupaten Rembang termasuk masyarakat agamis, hampir 100 % beragama Islam. Ini berarti budaya agama dalam kehidupan sosial masih kuat. Paradiqma lama yang beranggapan bahwa pendidikan umum tidak begitu penting dibanding dengan pendidikan agama masih kuat.  
b.      Hampir 90 % rata-rata keadaan masyarakat termasuk katagori miskin
c.       Tingkat pendidikan orangtua siswa dan masyarakat pada umumnya 60 % lulusan SD

2.       Kondisi ekonomi
Mengingat kondisi geografis desa Ringin yang letaknya jauh dari perkotaan dan akses jalan yang kurang lancar, menjadikan kehidupan masyarakat ini masih terbelakang. Hal ini bisa dilihat dari kondisi :
a.       Mata pencaharian 90 % buruh tani
b.      Keadaan lingkungan yang kumuh
c.       Tingkat kehidupan penduduk yang tergolong miskin

3.       Kondisi politik
Kehidupan politik di desa Ringin masih tergolong stabil. Sebagian besar penduduk desa tidak begitu tertarik dengan dunia politik. Mereka lebih mementingkan urusan ekonomi dibanding dengan urusan pemerintah.                                    
4.       Kondisi keamanan
Kondisi lingkungan masyarakat desa Ringin termasuk dalam katagori aman. Tata kehidupan masyarakat yang masih mengedepankan rasa persaudaraan      dapat dirasakan oleh seluruh warga . Hidup saling membantu dan menjaga dalam lingkungan masih kuat.   

5.       Kondisi budaya
Rasa kebersamaan dan kegotong-royongan penduduk desa Ringin masih kuat. Dengan cara hidup berkelompok dan saling membantu masih terlihat jelas pada saat ada kegiatan seperti : saat mendidrikan rumah, adanya peringatan-peringatan keagamaan, hajatan, sedekah desa dan sebagainya.
6.       Pengembangan IPTEK
Mengingat tingkat pendidikan masyarakat desa Ringin rata-rata hanya lulusan Sekolah dasar, masalah IPTEK sama jauh dari yang diharapkan. Hal inilah yang perlu mendapatkan perhatian dari semua pihak. Banyak penduduk yang mempunyai TV namun kemanfaatannya belum sesuai dengan yang diharapan, bahkan cenderung mengganggu saat anak-anak sedang belajar. Ini yang belum disadari oleh masyarakat akan dampak yang ditimbulkan dari kemajuan IPTEK tanpa adanya kontrol sosial yang lebih serius.









B.     Analisis Pendidikan saat ini

No
Kondisi saat ini
1.
Standart isi

a.


b

c.

d.
e.
Kurikulum 80% memenuhi SNP (pendidikan kecakapan hidup dan pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global,dan pendidikan karakter belum belum terprogramkan)
KKM belum memenuhi SNP, penentuaan KKM masih di bawah 7,00,  belum melalui  analisis SK, KD, dan IPK pada setiap mata pelajaran
Kajian SK-KD sebagai pengantar pengembangan silabus belum dilaksanakan, sehingga silabus sekolah masih mengadopsi dari silabus Dinas Disdik Kota.
Pemanfaatan KKG, baik KKG Gugus maupun KKG sekolah belum maksimal
Pengembangan KTSP dari tahun ke tahun tetap sama
2.
Pengembangan proses pembelajaran

a.

b.


c.

d.
e.
Proses pembelajaran belum memenuhi SNP, baru 40 % guru melaksanakan metode/ pendekatan PAIKEM, CTL, maupun PMRI
Proses pembelajaran dengan pendekatan Tematik belum dilaksanakan secara benar, 60 % guru masih kesulitan dalam mengembangkan tema untuk memadukan beberapa mata pelajaran
Pemanfaatan media pembelajaran belum maksimal bahkan dapat dikatakan, guru sama sekali tidak menggunakannya dalam proses pembelajaran
Kemampuan guru dalam penggunaan alat peraga kurang efektif dan efisien
Skenario pembelajaran terkadang tidak sesuai dengan RPP
3.
Pengembangan Kompetensi Lulusan

a.

b.

c.
d.

e.
Prestasi akademik lulusan belum memenuhi SNP ( SKBM rata-rata 75 % dan rata-rata Nilai UN  7,34)
Prestasi non akademik sekolah masih rendah (belum bisa meraih  kejuaraan tingkat Nasional)
Pemanfaatan jam-jam efektif masih kurang
Khusus kelas enam untuk memenuhi target UN pada mata pelajaran yang di UN kan malah mengabaikan mata pelajaran lain yang juga sangat penting
Belum adanya pembinaan khusus, yang dibina oleh tenaga khusus yang profesional dalam menghadapi berbagai lomba
4.
Pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan

a.
b.

c.
d.
e.
Tenaga Pendidik  baru 90 % memenuhi kualifikasi pendidikan S1/D-IV
Tenaga Pendidik 70 % memiliki kompetensi pedagodik, kepribadian, sosial, dan profesional
 Jumlah Tenaga Pendidik belum memenuhi rasio yang ideal
Belum memiliki tenaga administrasi, tenaga perpustakaan, dan tenaga laborat.
Tugas tambahan bagi Tenaga Pendidik di luar akademik ( contoh: Pengelola BOS, Kegiatan Organisasi dll) masih besar
5.
Pengembangan sarana dan prasarana

a.

b.
 
c
d.
Sarana prasarana, media pembelajaran, bahan ajar, sumber belajar terdapat rata – rata 90 %  memenuhi SNP.
Ruang kelas sudah tercukupi, namun luas ruang belum memenuhi ketentuan SNP
Ruang  Kepala Sekolah belum ada masih jadi satu dengan ruangn guru
Ruang guru sudah ada, namun belum memenuhi ketentuan SNP.
Gedung pertemuan, musholla, Perpustakaan,  dan gudang  belum ada
6
Pengembangan pengelolaan







a.
b.

c.
d.
e.

Sekolah belum menyusun RKS dan RKAS
Sekolah mempunyai komite sekolah, tetapi belum bekerja sesuai tupoksinya dan belum memiliki AD/ART dan program kegiatan
Visi, misi, dan sekolah sudah ada belum disosialisasikan dengan baik
Administrasi sekolah 80 % memenuhi SNP
Kepala Sekolah tidak mempunyai tenaga khusus (TU) yang membantu dalam administrasi
7.
Pengembangan pembiayaan







a.
b.

c.
d.
e.
Pembiayaan untuk pengembangan masih rendah mencapai 50 %
20 % Dana BOS untuk operasional masih terserap untuk honor pendidik dan tenaga kependidikan hal ini disebabkan karena kurangnya tenaga pendidik dan kependidikan yang berasal dari PNS
10 % dana BOS digunakan untuk perawatan sarana dan prasarana
Minimnya pengetahuan tentang pengelolaan dana BOS yang sesuai dengan Petunjuk pelaksanaan penggunaan dana
8.
Pengembangan penilaian

a.


b.
c.
d.
e.
Baru  50 % guru melaksanakan sistem penilaian sesuai dengan tuntutan kurikulum atau SNP (rata – rata masih di bawah SNP baik tingkat kesulitan maupun model – model yang digunakan ).
Pendidik  baru 40 %  melaksanakan teknik-teknik penilaian (tes dan non tes)
Program analisis, perbaikan dan pengayaan belum dilaksnakan secara maksimal
LKS belum dapat dioptimalkan dalam proses pembelajaran
Pemberian nilai yang belum sesuai dengan langkah-langkah penilaian


C.    Analisis Kondisi Pendidikan 4 tahun ke depan
N0
Kondisi yang diharapkan 4 tahun  ke depan
1.
Standart isi

a.


b
c.


d

Kurikulum 100% memenuhi SNP (pendidikan kecakapan hidup dan pendidikan berbasis keunggulan lokal dan globaL, Pendidikan Karakter sudah terprogramkan)
KKM benar-benar ditetapkan melalui analisis SK, KD, Indikator pencapaian Kompetensi  ketuntasan, untuk semua mata pelajaran di masing-masing kelas
Tersusunnya Silabus untuk 9 mata pelajaran
Pengembangan KTSP dari tahun ke tahun selalu meningkat sesuai dengan perkembangan jaman
2.
Pengembangan proses pembelajaran

a.

b.
  c.
  d.
  e.
f.



Proses pembelajaran sudah memenuhi SNP, 100 % guru sudah melaksanakan metode/pendekatan PAKEM, CTL, PMRI, dan pendekatan lainnya
Kelas I – III sudah 100 % melaksanakan pendekatan Tematik dengan benar
Kepemilikan silabus oleh guru: 100% memiliki
Kepemilikan RPP oleh guru: 100% memiliki
Kepemilikan sumber belajar/bahan ajar: 100%
Pengembangan perangkat instrumen untuk pemahaman guru terhadap karakteristik siswa: 100%
3.
Pengembangan Kompetensi Lulusan

a.

b.

c.
d.
e.
f.
g.


Prestasi akademik lulusan sudah memenuhi SNP ( SKBM rata-rata 85 % dan rata-rata UN  8,00 )
Prestasi  non  akademik sekolah,  tinggi  (rata-rata mencapai juara I dari berbagai  kejuaran tingkat kabupaten, propinsi dan nasional)  . Rata2 pencapaian KKM semua mapel 7,5
Rata-rata pencapaian Nilai UN 8.00
Minimal memperoleh juara ke-1 tk kab/kota di bidang Matematika
Minimal  juara ke-1 tk Kabupaten di bidang IPA
Memperoleh juara ke-1 tk Kabupaten dalam lomba Siswa Berprestasi
4.
Pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan

a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.

i
j.
Tenaga Pendidik  sudah 100%  memenuhi SNP (kualifikasi pendidikan semua S1)
100 % pendidik sudah memiliki kompetensi guru
pelatihan TIK min. 5 kali
pelatihan kepemimpinan min. 3 kali
pelatihan manajerial sekolah (MBS) min. 3 kali
pelatihan kewirausahaan min. 3 kali
pelatihan supervisi, monitoring, dan evaluasi sekolah min. 3 kali
pelatihan administrasi persekolahan min. 3 kali
Pelatihan KTSP min 2 kali
Jumlah guru S1/D4: 100%
Jumlah guru bersertifikasi profesi: 100%
Jumlah guru yang memiliki komputer/laptop: 100%
5.
Pengembangan prasarana dan sarana

a.

b.
c.
d.

e.


Sarana prasarana, media pembelajaran, bahan ajar, sumber belajar terdapat rata – rata 80 % memenuhi SNP.
Ruang kelas sudah tercukupi dan luas ruang memenuhi ketentuan SNP
Pengadaan ruang pimpinan dan ruang guru yang  memenuhi ketentuan SNP.
Lingkungan sekolah sudah memenuhi SNP, yaitu 100%  memenuhi sebagai lingkungan wiyata mandala
Ruang perpus, mushola, dan gudang terpenuhi
6
Pengembangan pengelolaan

a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
Sekolah sudah menyusun RKS dan RKAS 100%
100% fungsi – fungsi pengelolaan sekolah memenuhi SNP.
Administrasi sekolah 100 % memenuhi SNP
Dokumen PSB: 100%
Dokumen Pedoman pembinaan kesiswaan: 100%
Dokumen tata tertib sekolah: 100%
Dokumen kode etik sekolah: 100%
Dokumen penugasan guru: 80%
7.
Pengembangan pembiayaan

a.
b.
c.
d.
e.
f.
Biaya pengembangan 80 % terpenuhi
Pembiayaan operasional dari dana BOS 80 % memenuhi SNP
Pengalokasian dana: minimal 8 SNP
Penggunaan dana: 100% benar
Pelaporan penggunaan dana: 100%
Dokumen pendukung pelaporan: 100%
8.
Pengembangan penilaian

a.

b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.

j.
k.
l.
Guru sudah 100 % melaksanakan sistem penilaian sesuai dengan tuntutan kurikulum
Penilaian proses sudah 100 % dilaksanakan
Frekuensi ulangan harian oleh guru: 100%
Ulangan tengah semester yang dilakukan oleh guru: 100%
Cakupan materi ulangan akhir semester yang dilakukan sekolah: 100%
Cakupan materi ulangan kenaikan kelas oleh sekolah: 100%
Teknik-teknik penilaian yang dipergunakan guru dalam pembelajaran: 100%
Instrumen yang dikembangkan guru untuk ulangan harian: 100%
Variasi instrumen yang dikembangkan sekolah untuk ulangan akhir semester: 100%
Variasi instrumen yang dikembangkan sekolah untuk ulangan kenikan kelas: 100%
Mekanisme dan prosedur penilaian pendidikan oleh guru: 100%  terpenuhi
Mekanisme dan prosedur penilaian pendidikan oleh sekolah: 100% terpenuhi




D.    Identifikasi Tantangan Nyata

N0
Kondisi saat ini

Kondisi yang diharapkan 4 tahun  ke depan
Besarnya tantangan nyata

1.
Standart isi
Standart isi



a.







b.





c.

d
Kurikulum 80%  memenuhi
SNP, namun pendidikan kecakapan hidup dan pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global dan pendidikan karakter belum terprogramkan
KKM belum memenuhi SNP, (penetapan KKM masih kira-kira 75 %, belum melalui  analisis SK, KD, Indikator Pencapaian Kompetensi pada setiap mata pelajaran)
Tersusun silabus 5 mapel
Tersusun RPP : 50% dari semua mapel
a.







b.





c.

d
Kurikulum 100% memenuhi SNP, pendidikan kecakapan hidup dan pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global dan pendidikan karakter sudah terprogramkan dengan baik

 KKM  100 % dirumuskan melalui analisis SK, KD, Indikator pencapaian Kompetensi untuk semua mata pelajaran

Tersusun silabus 9 mapel
Tersusun RPP : 100% dari semua mapel
20%







25 %





4

50%

2.
Pengembangan proses pembelajaran
Pengembangan proses pembelajaran



a







b









 c.


d.


e.
Proses pembelajaran belum memenuhi SNP,  baru 50 % guru melaksana kan metode/pendekatan PAKEM, CTL, PMRI,  atau pendekatan lainnya

Proses pembelajaran dengan pendekatan Tematik belum dilaksanakan secara benar, 60 % guru masih kesulitan dalam mengembangkan tema untuk memadukan beberapa mata pelajaran

Kepemilikan silabus oleh guru: 50% memiliki
Kepemilikan RPP oleh guru: 50% memiliki

Kepemilikan sumber belajar/bahan ajar: 50%
Pengembangan perangkat instrumen untuk pemahaman guru terhadap karakteristik siswa: 50%




a







b









c


d


e


Proses pembelajaran sudah memenuhi SNP,  100 % guru melaksana-
kan metode/pendekatan PAKEM, CTL, PMRI, atau pendekatan lainnya
 100 % kelas I – III  melaksanakan pendekatan Tematik dengan benar








Kepemilikan RPP oleh guru: 100% memiliki

Kepemilikan sumber belajar/bahan ajar: 100%
Pengembangan perangkat instrumen untuk pemahaman Pemahaman guru terhadap karakteristik siswa: 100%
50%







40 %









50%


50%


50%







3.
Standart kelulusan
Standart kelulusan



a



b



c

d
e

f

g
Prestasi akademik lulusan belum memenuhi SNP             (SKBM rata-rata 65 % dan rata-rata UASBN 7,34 )
Prestasi non akademik sekolah masih rendah belum bisa mencapai  kejuaran tingkat kabupaten
Rata2 pencapaian KKM semua mapel 6,00
Rata2 pencapaian UN  4,00
Memperoleh juara ke-2 tk kab.  Mapel Matematika
Memperoleh juara ke-2 tk kab/kota bidang IPA
Memperoleh juara ke-5 tk kabupaten bidang IPA
a.



b



c

d
e

f

g


Prestasi Akademik lulusan  memenuhi SNP  (SKBM rata-rata  85 % dan rata-rata UASBN 8,00 )



Prestasi non akademik sekolah, tinggi (rata-rata mencapai juara
tingkat kabupaten).

Rata2 pencapaian KKM semua mapel 7,5
Rata2 pencapaian NUN 7,00
Memperoleh juara ke-1 tk kab/kota bidang Matematika
Memperoleh juara ke-1 tk kab/kota bidang IPA
Memperoleh juara ke-3 tk kabupaten bidang IPA
SKBM: 20%


UASBN : 0,66


3 tingkat kejuaraan tk kabupaten

1,5

3,00
2 tingkat

1 tingkat

2 tingkat


4.
Pengembangan pendidik

Pengembangan pendidik


a


b



c.

d.

e

f

Tenaga Pendidik baru 90% memenuhi kualifikasi pendidikan S1/D-IV
Pendidik 70 % memiliki kompetensi pedagodik, kepribadian, sosial, dan profesional
Jumlah guru yang memiliki komputer/laptop: 10%
Pelatihan penelitian pendidikan: 20%
Pelatihan penilaian dan evaluasi pembelajaran: 40%
Pelatihan KTSP: 75%

a


b



c

d

e

f

Tenaga Pendidik  100%  memenuhi SNP (kualifikasi pendidikan semua S1)
 100 % pendidik memiliki kompetensi guru
Jumlah guru yang memiliki komputer/laptop: 100%
Pelatihan penelitian pendidikan: 100%
Pelatihan penilaian dan evaluasi pembel. :100%
Pelatihan KTSP: 100%

10%


30 %



90 %

80 %

60 %

25 %

5.
Pengembangan prasarana dan sarana
Pengembangan prasarana dan sarana


a





b



c.





d.




e.

f

g

h

i

j
k
Sarana prasarana, media pemebelajaran, bahan ajar, sumber belajar terdapat rata – rata 50 %  memenuhi SNP.

Ruang kelas sudah tercukupi, namun luas ruang belum memenuhi ketentuan SNP
Ruang pimpinan dan ruang guru sudah ada, namun belum memenuhi ketentuan SNP.

Lingkungan sekolah belum memenuhi SNP, yaitu 50%  memenuhi sebagai lingkungan wiyata mandala
Ruang kepala sekolah tidak ada
Ruang kelas : 2 tidak standar
Ruang perpustakaan: tidak standar
Ruang Lab. IPA: tidak ada
Ruang guru: tidak standar (< 4m2 / guru)
Gudang: tidak ada
Ruang UKS : tidak ada
a





b



c





d




e

f

g

h

i

j
k
Sarana prasarana, media pemebelajaran, bahan ajar, sumber belajar terdapat rata – rata 80 % memenuhi SNP
Ruang kelas tercukupi  dan luas ruang memenuhi ketentuan SNP
Mengembangkan ruang pimpinan dan ruang guru yang  memenuhi ketentuan SNP.

Lingkungan sekolah  memenuhi SNP, yaitu 100%  memenuhi sebagai lingkungan wiyata mandala
Ruang kepala sekolah: ada min. 12 m2
Ruang kls : standar 7X8m2
Ruang perpustakaan yang standar
Ruang Lab. IPA: 2 buah
Ruang guru:  standar (< 4m2 / guru)
Gudang:  ada
Ruang UKS : ada
30%





Menyesuaikan luas ruangan

Pengembangan ruang pimpinan dan ruang guru
50%




100 %

100 %

100 %

100 %

100 %

100 %
100 %
6
Pengembangan pengelolaan
Pengembangan pengelolaan


a


b


c

d


e
f


g

h

i

j

Sekolah belum menyusun RKS dan RKAS
75% fungsi – fungsi pengelola an sekolah memenuhi SNP
Administrasi sekolah 75 % memenuhi SNP
Dokumen RPS (RKAS-1 dan RKAS-2): 50%
Dokumen PSB: 60%
Dokumen Pedoman pembinaan kesiswaan: 50%
Dokumen tata tertib sekolah: 50%
Dokumen kode etik sekolah: 50%
Dokumen penugasan guru: 80%
Dokumen administrasi sekolah lainnya: 50%
a


b


c

d


e
f


g

h

i

j


RKS  dan RKAS sudah disusun

100% fungsi – fungsi pengelola an sekolah memenuhi SNP.
Administrasi sekolah 100 % memenuhi SNP
Dokumen RPS (RKAS-1 dan RKAS-2): 100%
Dokumen PSB: 100%
Dokumen Pedoman pembinaan kesiswaan: 100%
Dokumen tata tertib sekolah: 100%
Dokumen kode etik sekolah: 100%
Dokumen penugasan guru: 100%
Dokumen administrasi sekolah lainnya: 100%
100 %


25%


25 %

50 %


50 %

50 %

50 %

20 %

50 %
7.
Pengembangan pembiayaan
Pengembangan pembiayaan


a


b




c

  d
Pembiayaan untuk  pengem- bangan masih rendah mencapai 50 %
20 % Dana BOS untuk operasional   masih terserap untuk honor pendidik dan tenaga kependidikan
Penggunaan dana: 75% benar
Pelaporan penggunaan dana: 75%
a


b




c

d
Biaya pengembangan 80 % terpenuhi

  Pembiayaan operasional dari dana BOS dan memenuhi SNP

Penggunaan dana: 100% benar
Pelaporan penggunaan dana: 100%
30 %

20 % dan 60 %

25 %

25 %
8.
Pengembangan penilaian
     Pengembangan penilaian


a









b



Guru dan sekolah 50 % melaksanakan sistem penilaian sesuai dengan tuntutan kurikulum atau SNP(rata – rata masih dibawah SNP baik tingkat kesulitan maupun model – model yang digunakan ).

Pendidik baru 40 %   melaksanakan penilaian sesuai SNP
a









b
Guru dan sekolah 100 % melaksanakan sistem penilaian sesuai dengan tuntutan kurikulum






Penilaian sudah 100 % dilaksanakan

50%









60 %












E.     Visi Sekolah  


Unggul berprestasi ,terampil berkarya  dan berbudaya dilandasi iman dan taqwa

F.     Misi Sekolah

·         Meningkatkan prestasi akademik siswa sesuai dengan tuntutan kurikulum ,bimbingan dan cita cita siswa serta perkembangan IPTEK.
·         Meningkatkan ketrampilan siswa dan memahami konsep-konsep kewirausahaan sesuai dengan kondisi lingkungan dan kebutuhan lapangan pekerjaan.
·         Meningkatkan kualitas guru dalam mengembangkan broad based education dengan tidak mengabaikan nilai-nilai agama dan budaya masyarakat sekitar
·   Meningkatkan kualitas kegiatan ekstrakurikuler.

G.    Tujuan Sekolah dalam  4 Tahun ke depan

-          Dalam kurun waktu 4 tahun ke depan tujuan yang akan dicapai sekolah antara lain : Dapat mengamalkan ajaran agama hasil proses pembelajaran dan pembiasaan
-          Meraih prestasi akademik maupun non akademik Tingkat Kecamatan
-          Menguasai dasar-dasar ilmu pemgetahuan dan tehnologi sebagai bekal untuk Melanjutkan kesekolah yang lebih tinggi.
-          Menjadi sekolah pelopor dan penggerak dilingkungan masyarakat sekitar
-          Menjadi sekolah yang diminati.

H.    Strategi Pelaksanaan/Pencapaian

1.       Terwujudnya pengembangan kurikulum yang adaptif dan proaktif
a.      Menghasilkan perangkat kurikulum satuan pendidikan yang lengkap, mutakhir dan berwawasan ke depan
b.      Menghasilkan silabus tematik untuk kelas I - III dan silabus mata pelajaran untuk kelas IV – VI pada semua mata pelajaran
c.      Menghasilkan  RPP yang lengkap untuk kelas I – VI semua mata pelajaran
d.     Menghasilkan pelaksanaan pengembangan kurikulum muatan lokal
2.       Terwujudnya proses pembelajaran yang efktif dan efisien
a.      Menghasilkan penyelenggaraan pembelajaran dengan pendekatan PAKEM, CTL, PMRI dan pendekatan lainnya
b.     Menghasilkan  pengembangan  metode pembelajaran yang relevan
c.      Menghasilkan pengembangan strategi pembelajaran
3.       Terwujudnya lulusan yang cerdas dan kompetitif
a.      Menghasilkan  pengembangan kegiatan bidang akademik
b.     Menghasilkan kepramukaan yang menjadi suri tauladan
c.      Menghasilkan kemampuan olahraga yang tangguh dan kompetetif
d.     Menghasilkan  kemampuan seni yang tangguh dan kompetitif
4.       Terwujudnya SDM  yang memiliki kemampuan dan kesanggupan kerja yang tinggi
a.      Menghasilkan pengembangkan dan peningkatkan kompentensi pendidik dan tenaga kependidikan
b.     Menghasilkan standar profesionalitas tenaga pendidik
c.      Menghailkan  standar kopetensi tenaga kependidikan
d.     Menghasilkan standar monitoring dan evaluasi terhadap kineja pendidik  dan tenaga kependidikan
5.       Terwujudnya  sarana dan prasarana pendidikan
a.      Menghasilkan  fasilitas sekolah yang relevan, mutakhir dan berwawasan ke depan
b.     Menghasilkan pengembangan media pembelajaran
c.      Menghasilkan pengembangan sarana pendidikan
d.     Menghasilkan  pengembangan prasarana
e.      Menghasilkan lingkungan  sekolah sebagai wiyata mandala
6.       Terwujudnya manajemen sekolah yang tangguh
a.       Menghasilkan manajemen berbasis sekolah yang tangguh
b.      Menghasilkan implementasi MBS
c.       Menghasilkan pengembangan administrasi sekolah

7.       Terwujudnya  standar penilaian prestasi akademik dan non akademik

a.       Menghasilkan perangkat model-model penilaian pembelajaran yang otentik
b.      Menghasilkan implementasi model evaluasi
c.       Menghasilkan  standar penilaian  kurikulum muatan lokal

I.       Hasil yang Diharapkan

1.      Terwujudnya pengembangan kurikulum yang adaptif dan proaktif
a.       Terealisasinya perangkat kurikulum satuan pendidikan yang lengkap, mutakhir dan berwawasan ke depan
b.      Terealisasinya silabus tematik untuk kelas I – III dan silabus mata pelajaran untuk kelas   IV – VI pada  semua mata pelajaran
c.       Terealisasinya  RPP yang lengkap untuk kelas IV – VI semua mata pelajaran
d.      Terealisasinya pelaksanaan pengembangan kurikulum muatan lokal
2.      Terwujudnya proses pembelajaran yang efktif dan efisien
a.       Terealisasinya penyelenggaraan pembelajaran aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan
b.      Terealisasinya  medel pembelajaran dengan pendekatan PAKEM, CTL, dan PMRI
c.       Terealisasinya strategi pembelajaran yang efektif
3.      Terwujudnya lulusan yang cerdas dan kompetitif
a.       Terealisasinya kegiatan bidang akademik
b.      Terealisasinya kepramukaan yang menjadi suri tauladan
c.       Terealisasinya kemampuan olahraga yang tangguh dan kompetetif
b.     Terealisasinya  kemampuan seni yang tangguh dan kompetitif
4.      Terwujudnya SDM pendidik yang memiliki kemampuan dan kesanggupan  Kerja yang tinggi
a.       Terealisasinya dan peningkatkan kopentensi tenaga kependidikan
b.      Terealisasinya standar profesionalitas guru
c.       Terealisasinya  standar kopetensi tenaga kependidikan
d.      Terealisasinya standar monitoring dan evaluasi terhadap kineja pendidik  dan tenaga kependidikan
5.      Terwujudnya  sarana dan prasarana pendidikan
a.       Terealisasinya  fasilitas sekolah yang relevan, mutakhir dan berwawasan ke depan
b.      Terealisasinya media pembelajaran
c.       Terealisasinya sarana pendidikan
d.      Terealisasinya prasarana
e.       Terealisasinya lingkungan  sekolah sebagai wiyata mandala
6.      Terwujudnya manajemen sekolah yang tangguh
a.       Terealisasinya manajemen berbasis sekolah yang tangguh
b.      Terealisasinya implementasi MBS
c.       Terealisasinya administrasi sekolah

7.      Terwujudnya  standar penilaian prestasi akademik dan non akademik

a.    Terealisasinya perangkat model-model penilaian pembelajaran yang otentik
b. Terealisasinya  implementasi model evaluasi
c. Terealisasinya  standar penilaian  kurikulum muatan lokal
J.      Monitoring dan Evaluasi
1.         Tim Monitoring dan evaluasi
a.      Ketua                             :
b.      Wakil Ketua                  :
c.      Sekretaris                       : ……………………….
d.     Anggota                                    : ………………………. ; ................. ; ...................... ; ..................... 
2.           Kegiatan Monitoring dan evaluasi
a.      Rapat pembentukan tim
b.      Pengembangan perangkat
c.      Sosialisasi
d.     Pelaksanaan
1)     Pengambilan data
2)     Analisas data
3)     Kesimpulan data
e.      Rencana tindak lanjut
f.       Pelaporan
3.           Komponen utama yang dimonitoring dan dievaluasi
a.      Komponen kontek
1)     Aspek Geografis
2)     Aspek permintaan masyarakat akan pendidikan
3)     Dukungan atau partisipasi mayarakat.
4)     Aspirasi masyarakat pembiayaan
b.      Komponen input
1)     Aspek Program sekolah
2)     Aspek Tenaga Pendidik dan Kependidikan
3)     Aspek siswa
4)     Aspek kurikulum
5)     Aspek sarana dan prasarana
6)     Aspek pembiayaan manajemen dan kepemimpinan
c.      Komponen proses
1)     Aspek Pengelolaan Kelembagaan
2)     Aspek Proses Belajar Mengajar
3)     Aspek Proses Evaluasi
4)     Aspek Proses Akuntabilitas
5)     Aspek Kepemimpinan
6)     Aspek sekolah
d.     Komponen output
1)     Aspek prestasi akademik
2)     Aspek prestasi non akademik
e.      Komponen dampak
1)     Aspek prestasi akademik
2)     Aspek prestasi non akademik
3)     Aspek kelembagaan
4)     Aspek dukungan masyarakat

K.    Jadwal Pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi

No
Jenis Monev
Sasaran
Pelak-
sana
WAKTU









11/12
12/13
13/14
14/15
KET

1









2.








3.










4.




5.


Komponen Kontek:
a.      Aspek Geografis
b.      Aspek permintaan masyarakat akan pendidikan
c.      Dukungan atau partisipasi mayarakat.
d.     Aspirasi masyarakat terhadap pendidikan

Komponen Input :
a.      Aspek Program sekolah
b.      Aspek Tenaga Pendidik dan kependidikan
c.      Aspek siswa
d.     Aspek kurikulum
e.      Aspek sarana dan prasarana
f.       Aspek pembiayaan

Komponen Proses
a.      Aspek Pengelolaan Kelembagaan
b.      Aspek Proses Belajar Mengajar
c.      Aspek Proses Evaluasi
d.     Aspek Proses Akuntabilitas
e.      Aspek Kepemimpinan
f.       Aspek lingkungan sekolah yang aman dan tertib

Komponen Out Put :
a.      Aspek prestasi Akademik
b.      Aspek prestasi non akademik

Komponen Dampak :
a.      Aspek prestasi akademik
b.      Aspek prestasi non akademik
c.      Aspek kelembagaan
d.     Aspek dukungan masyarakat


Komite, KS, Guru







KS, Guru, Siswa







KS, Guru,
Siswa








KS, Guru



Komite, KS,
Guru, Siswa

KS, Tim









KS, Tim










KS, Tim










KS, Tim




KS, Tim

X









X










X











X




X

X









X










X











X




X

X









X










X











X




X

X









X










X











X




X






































L.     Pembiayaan

No
Program Kegiatan
Tahun dan Jumlah Dana
Jumlah
11/12
12/13
13/14
14/15
1
Gaji dan Tunjangan
     373.834.800
  373.834.800
    373.834.800
  373.834.800
   1.495.339.200
2
Belanja Barang
-
-
-
-
-
3
Langganan Daya dan Jasa
-
-
-
-
-
4
Peningkatan Proses Belajar Mengajar
-
-
-
-
-
5
Kegiatan Evaluasi
-
-
-
-
-
6
Pengembangan Standar Isi
       11.027.500
    11.027.500
      11.027.500
    11.027.500
         44.110.000
7
Pengembangan Standar Proses
       11.702.000
    11.702.000
      11.702.000
    11.702.000
         46.808.000
8
Pengembangan Standar Kelulusan
       15.897.000
    15.897.000
      15.897.000
    15.897.000
         63.588.000
9
Pengembangan Tenaga Kependidikan
       10.090.000
    10.090.000
      10.090.000
    10.090.000
         40.360.000
10
Pengembangan Fasilitas Pendidikan
       19.488.000
    19.488.000
      19.488.000
    19.488.000
         77.952.000
11
Pengembangan Standar Kelembagaan
       19.030.500
    19.030.500
      19.030.500
    19.030.500
         76.122.000
12
Pengembangan Standar Pembiayaan




                             -
13
Pengembangan Standar Penilaian
       12.355.000
    12.355.000
      12.355.000
    12.355.000
         49.420.000
14
Peningkatan Pembinaan Kesiswaan
-
-
-
-
-
15
Operasional Penunjang PBM
-
-
-
-
-
16
Peningkatan Mutu Tenaga Pendidik
-
-
-
-
-
17
Kegiatan Komite sekolah
-
-
-
-
-
18
Kegiatan Insidental
750.000
750.000
750.000
750.000
3.000.000
19
Dana pendampingan
          5.190.000
       5.190.000
        5.190.000
       5.190.000
         20.760.000

JUMLAH
     479.364.800
  479.364.800
    479.364.800
  479.364.800
   1.917.459.200






BAB III
PENUTUP

            Dengan mengucap syukur alhamdulillah Rencana Kerja Sekolah (RKS) SD Negeri 1 Ringin Dinas Pendidikan Kota Rembang  telah tersusun.
             Maksud disusunnya Rencana Kerja Sekolah (RKS) ini adalah untuk dijadikan pedoman arah pengembangan sekolah ke depan yang terwujud pada Rencana  Operasional 4 (empat) tahun.
            Rencana Kerja Sekolah (RKS) ini tentu saja masih jauh dari sempurna.  Atas sumbang saran dan kritik yang membangun dari berbagai pihak yang peduli akan pendidikan, selalu kami harapkan  untuk penyempurnaan penyusunan Rencana Kerja Sekolah (RKS) mendatang.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar